Salamat Datang Di Sekolah Bambu Nusantara , Menciptakan Wirausaha Baru

Saturday, February 15, 2020

Apa itu Sekolah Bambu Nusantara

Sekilas Info
Perkembangan dunia bambu khususnya di Tangerang secara sejarah kerajinan bambu sudah ada di Tangerang sejak 1887 telah di produksi dari Tangerang.

Berdirinya Sekolah Bambu Nusantara adalah sebuah wadah pemberdayaan masyarakat  untuk menjaga kearifan lokal /tradisi menganyam topibambu tidak punah, inisiasi diawali ini sudah berjalan beridirinya Komunitas Topibambu sejak 2011  memberikan warna dan perkembangan di bidang topi  sudah mulai berkembang  mengembangkan eksistensi di dunia maya dan produksi produk kerajinan bambu
Sekolah Bambu NUSANTARA berjalan Secara proses sebelumnya Sekolah Bambu Tangerang


Salah satu Desa diantara sentra kerajinan bambu dari 30 Desa yang tersebar di Tangerang, Desa Jambe merupakan sentra pembuatan kerajinan anyaman bambu namun khusus pemberdayaan kaum ibu-ibu yang banyak melakukan pembuatan kerajianan tersebut, sedangkan kaum muda di desa tersebut lebih banyak buruh harian lepas di tangerang karena sudah tidak mau lagi mengembangkan produk desa khususnya dari bahan baku bambu. hal tersebut mendorong semakin seringnya berkumpul dan mengobrol, tentang potensi yang ada didusun ,  semakin banyak pengrajin bambu tetapi sampai saat ini masih stagnan dari sisi penghasilan, kesejahteraan serta kemampuan yang ada kurang di di akomodir dalam sebuah usaha yang dapat menghasilkan bagi kesejahteraan anggotanya.
Pada awalnya pembentukan Komunitas ini memiliki komitmen bersama komitmen bersama yaitu memajukan usaha kelompok dan membuka peluang kesejahteraan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan inovasi produk dari anyaman bambu serta pemasaran. Display/ galery dan website online sebagai sarana startegi marketing.
Disamping bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan  Pengrajin topibambu juga bermaksud untuk mengurangi angka pengangguran di Kampung, terutama untuk kalangan muda agar bisa didik dan di latih untuk mengembangkan usaha aneka produk anyaman, interior dan  furniture bambu.

No comments:

Post a Comment